Tampilkan postingan dengan label Bina Sarana Informatika (BSI). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bina Sarana Informatika (BSI). Tampilkan semua postingan

Kamis

BSI KUSAYANG , MAHASISWANYA MALANG

Mahasiswa adalah kata bagi orang yang mempunyai intelektualitas tinggi, leadership, relationship, dan human society. Kadang kita merinding mendengar kata itu dari kalangan masyarakat sampai para penguasa (pejabat), namun hal itu belum ada di mahasiswa BSI. Kepekaan naluri mahasiswanya masih di bawah standar, hanya segelintir orang yang memenuhi hal tersebut dari puluhan ribu mahasiswa BSI. Gencarnya iklan, promosi dan lain sebagainya hanya dapat menjamin kelangsungan hidup di dunia kerja.
Kupu-kupu kampus (kuliah-pulang-kampus) bertebaran sebagai ideologi mahasiswa yang tidak menyadari banyaknya pilihan aktivitas di kampus yang akan membantu dalam segala bidang, mulai dari keilmuan sampai bakat dan hobi. Mahasiswa kini makin tumpul akan pengalaman, tanpa wawasan dan kreatifitas yang lebih dari pada masyarakat biasa. Hal ini terbukti dengan banyaknya sarjana pengangguran, tidak berkualitas dan menambah beban masyarakat dikarenakan minimnya skill dan tidak mampu menjadi competitor yang lebih baik dari mereka.
Tridarma perguruan tinggi sudah dilupakan dari benak mahasiswa yang seharusnya menjadi acuan dasar bagi civitas akademi, harapan masyarakat, agent of change bangsa ini. Kini BSI sudah melebarkan sayapnya ke penjuru negri guna mencerdaskan anak bangsa, suatu tindakan yang mulia. Lalu kemanakah anak bangsa yang sudah cerdas? Serasa hilang ditelan zaman.
Ketika masyarakat kelaparan, membutuhkan dukungan, mahasiswa malah sibuk memikirkan diri sendiri, memikirkan nilai yang lebih rendah dari harga diri. Mahasiswa lupa, bahwa permasalahan masyarakat adalah permasalahan bersama yang menyangkut kehidupan mereka (mahasiswa) yang harus segera diselesaikan. Karena dari tangan mahasiswalah perubahan terjadi.
Kuliah bukanlah segala-galanya, namun dari kuliahlah segalanya terjadi. Pengalaman, kratifitas dan potensi ditempa dalam wadah organisasi yang banyak berdiri di BSI. Namun malang, Ormawa (organisasi mahasiswa) yang ada tidak dimanfaatkan oleh mahasiswa sehingga ketika mereka lulus harus berjuang mempromosikan ijazah demi kelangsungan hidup.
Andaikata, mahasiswa mau berjuang dan belajar bersama dalam keorganisasian, setidaknya ada keinginan berubah. Niscaya, pengalaman yang didapat di organisasi dapat diterapkan di lingkungan sehingga mahasiswa tidak dianggap sebagai masalah tapi solusi pemecah masalah.
*Mantan Ketua BEM BSI periode 2006-2007

dikutip dari inspirasi ( Lembaga Pers Mahasiswa BSI )

Sabtu

WISUDA BINA SARANA INFORMATIKA MERAIH PENGHARGAAN MURI

Acara wisuda Akademi Bina Sarana Informatika (BSI) yang ke-28 di selenggarakan dua hari pada tanggal 27 sampai dengan 28 November 2010 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Kegiatan ini terbagi dalam 6 sesi, gabungan dari beberapa akademi di BSI. Konsep wisuda pun berbeda dari perguruan tinggi lainnya. Pagi hari tepatnya pukul 07.30 wib mahasiswa sudah terlihat memenuhi gedung JCC dengan penuh antusias. Pada acara tersebut hadir Direktur BSI Ir.Naba Aji Notoseputro, Ketua Yayasan BSI Herman P. Harsoyo, hadir pula Koordinator Kopertis Wilayah III Jakarta Prof. Dr.Ilza Mayuni, MA untuk memberikan sambutan. Acara dimeriahkan adanya penampilan dari grup band dan artis penyanyi antara lain Samsons, Kuburan, Zigas, Bondan Prakoso, Geisha, dan Pewee Gaskin.

Acara wisuda ini kembali meraih penghargaan Rekor MURI sebagai Pemrakarsa & Penyelenggara wisuda dengan peserta terbanyak. Rekor itu memecahkan rekor setahun sebelumnya sejumlah 8300 Wisudawan. Acara utama berupa pemberian piagam penghargaan MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yang langsung diberikan Ketua MURI Jaya Suprana kepada Direktur BSI. Wisuda ini merupakan rekor MURI keenam yang diperoleh Akademi BSI, dari rekor-rekor yang pernah didapatkan sebelumnya. Rekor ini menggenapi enam prestasi  MURI yang  dipegang BSI. Seperti, penyelenggara cerdas cermat on-line melalui internet dengan jumlah peserta terbanyak (4.000 orang) dan jumlah laptop terbanyak (100 unit). Berikutnya, rekor melakukan training internet selama 32 jam nonstop. Pada tahun  2009 BSI menyelenggarakan seminar motivasi terbanyak, terdiri dari 17.300 mahasiswa. Rekor tersebut  dipecahkan  pada 2010 dengan peserta 18.000 mahasiswa. Maju dan sukses selalu BSI.

Disadur dari BSI